Pages

Saturday, September 1, 2018

DJP Bidik Data RTGS Bank Indonesia Genjot Penerimaan Pajak

JAKARTA – Direktorat Jendral Pajak berencana untuk mengajukan akses ke data Real Time Gross Settlement (RTGS) milik Bank Indonesia (BI). Dengan akses tersebut, maka DJP bisa melacak transaksi Wajib Pajak (WP).

BERITA TERKAIT +

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas Ditjen Pajak Hestu Yoga Saksama mengatakan, pihaknya tengah mempertimbangkan urgensi dari implementasi akses ke data RTGS. Rencana ini masih dalam pembahasan internal DJP.

Hari Ini Batas Pelaporan SPT Wajib Pajak 2017

“Sebenarnya itu baru wacana saja, karena payung hukumnya juga perlu. Kita lihat nanti apakah memang kita perlu sampai seperti itu,” kata Hestu saat dihubungi Okezone, Sabtu (1/9/2018).

Untuk diketahui, RTGS adalah proses penyelesaian akhir traksaksi (settlement) pembayaran yang dilakukan per transaksi dan bersifat real time. Dengan sifatnya yang real time, maka otoritas pajak dapat menelusuri data transaksi WP dalam waktu real.

Hestu menuturkan, akses kepada data RTGS dapat meningkatkan potensi penerimaan pajak. Akan tetapi, untuk saat ini, DJP belum mengajukan rencana tersebut secara resmi kepada bank sentral.

“Prinsipnya kalau data-data yang terkait dengan aliran uang, adalah data yang bisa berguna untuk melihat profile kepatuhan wajib pajak,” jelas Hestu.

Saatnya Wajib Pajak Sambangi Kantor Pajak untuk Laporkan SPT Tahunan

Untuk saat ini, lanjut Hestu, DJP akan fokus pada pemanfaatan fasilitas Sistem Pertukaran Informasi Otomatis atau Automatic Exchange System of Information (AEoI) antarnegara untuk melacak potensi pajak di luar negeri. Serta implementasi Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2017 tentang Akses Informasi Keuangan untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak.

“Sekali lagi kita punya UU nomor 9 Tahun 2017 kita coba manfaatkan dulu itu. Yang domestik kita juga bisa minta ke bank nanya si A transaksi seperti apa selama setahun, kita bisa lakukan seperti itu,” tukas dia.

(rhs)

Let's block ads! (Why?)

Kalo beritanya tidak lengkap buka aja link di samping buat baca berita lengkap nya http://economy.okezone.com/read/2018/09/01/20/1944585/djp-bidik-data-rtgs-bank-indonesia-genjot-penerimaan-pajak

Ma'ruf Amin akan Gaet Suara Santri Milenial

Jakarta - Bakal Cawapres KH Ma'ruf Amin menilai sosoknya bersama Joko Widodo sudah cukup untuk menggaet suara milenial. Menurut Ma'ruf, dirinya bersama Jokowi punya perbedaan dalam menggaet pemilih milenial.

"Kalau milenial yang non santri cukup dengan Pak Jokowi dengan gayanya naik motor, berjaket, kemudian tampilan-tampilan pak Jokowi cukup," kata Ma'ruf di posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (1/9/2018).

Ma'ruf melanjutkan, sosoknya juga berpotensi menggaet kaum milenia. Berbeda dengan Jokowi, Ma'ruf merasa dirinya mampu mengget milenial dari kalangan santri.

"Tapi kalau milenial santri cukup ke saya. Semua milenial kita ambil, yang santri dan non santri," imbuhnya.
Selain itu Ma'ruf juga mengaku bertekad membantu Jokowi dalam meningkatkan kesejahteraan. Dia juga siap membantu mengatasi konflik-konflik ideologis.

"Saya bertekad hanya untuk membantu pak Jokowi dalam rangka meletakkan dasar pijakan landasan runway sampai 2024 Indonesia tinggal landas untuk bangun kesejahteraan, tidak ada lagi konflik-konflik ideologis sudah disiapkan landasan dalam menyongsong arus baru ekonomi Indonesia sehingga tidak ada lagi disparitas antara pusat dan daerah," tuturnya.
(abw/nvl)

Let's block ads! (Why?)

Kalo berita nya kurang lengkap buka link di samping lanjutin baca berita dari situ https://news.detik.com/read/2018/09/01/161100/4192917/10/maruf-amin-akan-gaet-suara-santri-milenial